Pasang iklan

Kota Kupang Raih Penghargaan Kota Toleran dari Menteri Agama RI

...

Gema.id NTT, Kupang — Beberapa kegiatan lintas keagamaan yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dari tahun ke tahun membuat daerah ini mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan di Kota Kupang.

Sebelumnya pada tahun 2018 lalu, kota ini masuk 10 besar sebagai kota yang memiliki Indeks Toleransi Tertinggi berdasarkan Survey Indeks Kota Toleran di 94 kota di seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh SETARA Insititue.

Kamis (16/1/2020) kemarin, Kupang menerima penghargaan sebagai kota toleran yang diserahkan langsung oleh Menteri Agama Fachrul Razi dalam acara tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Aml Bhakti ke-74 Kemanag RI tahun 2020 di Auditorium H. M Rasyidi Gedunga Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta Pusat.

Dalam pidatonya Fachrul Razi menyebutkan walikota Kupang telah menghibahkan tanah 942m² untuk pembangunan rumah atau tempat ibadah umat Buddha di kota Kupang.

“Beliau [Wali Kota Kupang] agamanya bukan Buddha, tapi beliau menghibahkan 942m² tanah untuk rumah ibadah Buddha di Kota Kupang. Hal ini sangat kami hargai, bukan tentang angkanya namun adanya kepedulian,” kata Fachrul sebagaimana dikutip dalam siaran pers yang dikeluarkan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang.

Penghargaan yang diterima ini membuktikan pemerintah daerah amat peduli dengan toleransi dan tidak membeda-bedakan satu sama lain di tengah keberagaman.

“Saya bersyukur dan bangga telah menerima piagam penghargaan ini. Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, saya sampaikan terima kasih kepada bapak menteri atas piagam penghargaan yang telah dianugerahkan kepada kami. Ini merupakan keberhasilan kita semua, yang bahu membahu dalam menjaga serta melestarikan kerukunan dan keharmonisan hidup antar umat beragama di Kota Kupang,” kata Walikota Kupang Jefirstson R. Riwu Kore.

Hal ini sejalan dengan Visi Pemkot Kupang yang ingin menjadikan kota Kupang sebagai rumah besar persaudaraan dan kerukunan lintas SARA, kota tersebut terus berusaha menciptakan dan melestariakan keharmoniasan kehidupan antar umat di sana dengan menyediakan fasilitas kebebasan mendirikan tempat ibadah para umat beragama.

Selain itu pada bulan September 2019 lalu, kota Kupang telah meresmikan Kelurahan Fatubesi sebagai Kampung Kerukunan di Kota Kupang yang digagas oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang. Kampung kerukunan tersebut merupakan cerminan dan indikasi sekaligus harapan bahwa kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama di Kota Kupang tetap terjaga dan terjalin baik, meskipun masyarakatnya majemuk.

Tinggalkan komentar